Sunday, May 5, 2019

Kurt Meyer Memakai Kamuflase Telo-Mimetico

SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dalam foto yang diambil di Normandia dan diambil pada tanggal 28 Juli 1944 seusai upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), yang dihadiri langsung oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Dalam foto ini "Panzermeyer" memakai pakaian kamuflase Italia "Telo Mimetico M29". Pola Telo Mimetico ini patut mendapat perhatian karena dua hal: pertama, karena mulai diperkenalkan pada tahun 1929 maka dia tercatat dalam sejarah sebagai kamuflase pertama yang digunakan secara luas. Kedua, Karena rentang waktu penggunaannya dari tahun 1929 s/d 1992 maka dia menjadi pola kamuflase yang paling lama operasional! Digunakannya Telo Mimetico oleh tentara Third Reich bersamaan pula waktunya dengan pelucutan senjata tentara Italia tahun 1943. 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" ikut berpartisipasi dalam proses pelucutan ini, dan karenanya tidak heran bila banyak anggota kedua divisi tank SS ini yang 'kedapatan' mengenakan Telo Mimetico, baik versi pertama maupun versi selanjutnya. Selain mereka, tercatat pula sebagai pengguna adalah 29.Waffen-Grenadier-Division der SS ("Italienische Nr.1"), unit-unit Wehrmacht yang beroperasi di Balkan dan Italia, serta beberapa sekutu Eropa Jerman


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/08/foto-kurt-panzermeyer-meyer.html
http://stabswache-de-euros.blogspot.com/search?updated-max=2018-10-10T19:07:00%2B02:00&max-results=1&start=2&by-date=false

Friday, May 3, 2019

Enam Orang Bintara Berprestasi dari SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600

Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter Friedel Könnecke - dan pertama kali dipublikasikan dalam surat kabar "Illustrierter Beobachter" ini - memperlihatkan enam orang bintara dari SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600 yang diberi ucapan selamat setelah menghancurkan 16 buah tank T-34 Rusia menggunakan Panzerfaust dalam pertempuran yang berlangsung di jembatan Zehden, sungai Oder, di pagi hari bulan di Februari 1945. Salah satu dari mereka telah mengenakan dua buah lencana Panzervernichtungsabzeichen di lengannya (yang menunjukkan bahwa dia sudah menghancurkan dua buah tank musuh menggunakan senjata genggam-tangan). Orang paling kanan yang memakai jaket penerjun berwarna hijau zaitun dengan strip pangkat SS-Obersturmführer di lengan adalah Joachim "Macki" Marcus (Chef 3.Kompanie / SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600), sementara perwira berbalut jaket kamuflase putih yang merentangkan tangannya untuk bersalaman di sebelah Markus adalah SS-Hauptsturmführer Karl FUCKER (yoi brow, memang itu namanya dari lahir!) yang merupakan Führer SS-Jagdverband "Mitte". Jembatan Zehden - yang dipertahankan oleh sebuah Kampfgruppe yang beranggotakan elemen-elemen dari SS-Jagdverband "Mitte" dan SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600 (Kampfgruppe ini dipimpin oleh SS-Sturmbannführer Siegfried Milius) - mendapat serangan dari 30 buah T-34, dengan 16 di antaranya kemudian dihancurkan oleh enam orang bintara dari unit patroli pengintai SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/12/album-foto-ss-fallschirmjager-bataillon.html

Karl Brommann dan Awak Königstiger-nya

Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk para anggota schwere SS-Panzer-Abteilung 503, yang diselenggarakan pada awal tahun 1945. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Adolf Grimminger (Ordonnanzoffizier schwere SS-Panzer-Abteilung 503), SS-Unterscharführer Emil Reichel (Richtschütze), SS-Oberscharfürer Brede (Halbzugführer), SS-Unterscharführer Böde (I-Staffel), SS-Unterscharführer Bier (Funker), SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Herzig (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 503), dan SS-Untersturmführer Karl Brommann (Führer 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 503). Di atas Panzerkampfwagen VI Tiger II "Königstiger" nongkrong SS-Unterscharführer Menke (Fahrer). Disini terlihat bahwa yang mendapat medali di hari itu adalah Brede, Böde dan Bier, dimana dua yang terakhir telah memegang urkunde (sertifikat) penganugerahannya. Yang paling "mengerikan" prestasinya dari para veteran tank ini adalah SS-Untersturmführer Brommann (yang diperban kepalanya), dimana hanya dalam waktu 10 minggu pertempuran di wilayah Danzig-Sopot (2 Februari s/d 26 Maret 1945), dia dan empat orang awak Königstiger-nya berhasil menghancurkan tidak kurang dari 72 tank Soviet (termasuk enam tank berat IS-2), 44 senjata anti-tank, serta 15 kendaraan lainnya. Luar biasanya, semuanya dilakukan saat Brommann hampir selalu dalam kondisi terluka (tapi tetap memaksakan bertempur), sehingga ketika akhirnya dia ditarik dari medan pertempuran, tercatat bahwa manusia satu ini telah kehilangan sebelah matanya, menderita luka bakar parah di bagian kepala dan lengan, serta carut-marut luka bekas serpihan bom di berbagai bagian tubuh lainnya! Atas prestasi azegilenya tersebut, Brommann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 April 1945, yang diserahkan saat dia masih terbaring lemah di rumah sakit. BTW, pada saat foto ini diambil, jumlah Abschußringe für Panzer (ring kemenangan tank) di laras meriam Königstiger milik Brommann "baru" mencapai 30. Ini berarti bahwa baru 30 tank musuh yang berhasil dihancurkannya. Perhatikan pula bahwa Abteilungskommandeur Herzig mengenakan Fliegerstiefel (sepatu penerbang) di kakinya!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=165729

Thursday, May 2, 2019

Kunjungan Vidkun Quisling ke Front Timur

 Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia yang terletak di dekat Leningrad (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam Freiwilligen-Legion Norwegen / SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini diambil di markas Kampfgruppe Jeckeln, di hari penganugerahan medali untuk para anggota mereka yang berprestasi dalam pertempuran di sekitar wilayah Leningrad. Tampak Qusling - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - menyalami SS-Untersturmführer Braset, yang baru saja dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse. Seharusnya Quisling lah yang menyerahkan medali tersebut, hanya saja dia datang terlambat sehingga tugasnya digantikan oleh SS-Obergruppenführer und General der Polizei Friedrich Jeckeln, Komandan Kampfgruppe Jeckeln. Identifikasinya secara keseluruhan adalah, dari kiri ke kanan: Sverre Parelius Riisnæs (memakai seragam hitam, Justizminister Norwegen), SS-Sturmbannführer Arthur Qvist/Quist (Kommandeur Freiwilligen-Legion Norwegen),  SS-Oberscharführer Fenrik Bjørn Østring (Zugführer di 1.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen), tidak diketahui (terhalang oleh bendera Norwegia), SS-Oberscharführer Arne Nilsen (Zugführer di 1.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen), Quisling, SS-Hauptsturmführer Brynjulf Gottenborg (Adjutant Freiwilligen-Legion Norwegen), dan SS-Untersturmführer John Braset (Chef 3.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen). Perhatikan panji Norwegia yang terletak di lengan kiri para sukarelawan ini, yang juga mengenakan bergschuhe (sepatu gunung) walaupun mereka notabene tergabung dalam unit infanteri biasa


Sumber :
https://no.wikipedia.org/wiki/Arthur_Qvist

Monday, April 29, 2019

Tawanan Perang dari U-448 Tiba di Inggris

Foto hasil jepretan Lieutenant S.J. Beadell ini memperlihatkan tawanan perang dari kapal selam Jerman U-448 tiba di pelabuhan Bristol, Inggris, pada tanggal 20 April 1944. Nantinya dia akan dikirimkan ke kamp penampungan di Greenock, Skotlandia, setelah diinterogasi terlebih dahulu. Orang pertama yang berjalan keluar dari kapal HMS Pelican (L86) adalah Oberleutnant zur See Helmut Dauter (Kommandant U-448) . Persis di belakangnya adalah Kapten HMS Pelican, Lieutenant Jack Neville Bathurst. U-448 - sebuah kapal selam dari Tipe VIIC - tenggelam pada tanggal 14 April 1944 setelah dihantam oleh bom kedalaman dari kapal fregat Kanada HMCS Swansea dan kapal sekoci Inggris HMS Pelican. Lokasinya adalah di timur-laut Kepulauan Azores (posisi 46,22T dan 19,35B). Dalam peristiwa tersebut, 9 orang awak U-448 tewas, sementara 42 orang sisanya menjadi tawanan perang. Dalam foto ini, terlihat seorang petugas pelabuhan yang tercengang melihat kedatangan Oberleutnant z.S. Dauter, yang tetap berjalan dengan penuh kebanggaan walaupun telah menjadi seorang tawanan perang! Medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan Dauter didapatkannya pada tanggal 13 November 1943, sementara medali Eisernes Kreuzes I.Klasse di dada kirinya didapatkan pada bulan Mei 1942. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam, Dauter tidak pernah menenggelamkan satu kapal pun... tapi tercatat berhasil menembak jatuh satu buah pesawat amfibi musuh dengan senjata deknya!


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205155072

Sunday, April 28, 2019

Penganugerahan Medali untuk Para Perwira Divisi SS Nordland

Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz serta Deutsches Kreuz in Gold untuk para anggota 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", yang diselenggarakan di Hungerburg, Austria, pada tanggal 12 Maret 1944. Yang menyerahkan medali adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (mit der Führung beauftragt III. SS-Panzerkorps). Para penerima, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Albrecht Krügel (Kommandeur II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"), SS-Hauptsturmführer Rudolf Saalbach (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), SS-Untersturmführer der Reserve Georg Langendorf (Führer 5.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), dan SS-Obersturmführer der Reserve Heinz Fechner (Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"). Tiga yang pertama (Krügel, Saalbach dan Langendorf) mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sementara Fechner mendapatkan Deutsches Kreuz in Gold. Kendaraan Schützenpanzerwagen Sd.Kfz. 251/9 Ausf.D "Stummel" di latar belakang adalah milik dari 5.Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland". BTW, "mit der Führung beauftragt" artinya adalah "Pimpinan Sementara". Komandan-Jenderal III. SS-Panzerkorps (germanische) aslinya adalah Felix Steiner, tapi dari tanggal 25 Februari s/d 16 April 1944 dia mengambil cuti panjang karena sedang sakit keras, sehingga posisinya digantikan oleh Kleinheisterkamp sampai kondisinya pulih kembali.





Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/11/album-foto-upacara-penyerahan.html

Anggota Polizei sedang Membersihkan Senapan

 Wachtmeister Freber, seorang anggota ORPO (Ordnungspolizei), sedang membersihkan pegangan bawah senapan mesin MG-34 yang telah dilepaskan. Berdasarkan keterangan dari buku "ORPO Waffentechnischer Leitfaden", Bagian yang menonjol ke depan adalah engsel tempat pegangan diputar saat sedang mengganti laras senapan. Freber sendiri memegang sebuah kuas kecil yang digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel di bagian luar senapan. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL edisi bahasa Belanda, yang menceritakan tentang sebuah batalyon Polizei dalam gerak maju ke wilayah Leningrad di tahun 1941. Caption aslinya berbunyi: "Politieagenten brengen veslag uit de straatgevechten van Staro Panowo: Wachtmeister Freber had tussen de onoverzichtelijke ruines het contact met zijn kameraden verloren en zag zich plotseling door tien sowjetgeweren bedreigd. -- "Zij hebben me een paar straten naar achteren gebracht, maar vraag niet hoe" vertelt hij hier. -- Met schoppen en slagen van geweekolven op m'n hoofd. Maar ik ben Rijnlander en kan tegen een stootje. En toen 't donker werd ben ik 'm weer fijn gesmeerd" (Laporan resmi seorang anggota polisi mengenai pertempuran jalanan di Staro Panovo: Wachtmeister Freber telah kehilangan kontak dengan rekan-rekan seperjuangannya di sebuah reruntuhan bangunan, dan tiba-tiba kini berada dalam todongan senapan dari 10 orang prajurit Soviet. 'Mereka menyeretku ke jalanan sejauh beberapa blok, tapi tidak bertanya apa-apa kepadaku..' dia berkata. 'Mereka juga menendang dan memukul kepalaku dengan popor senapan. Tapi aku seorang Rheinlander - orang yang berasal dari Rhineland - sehingga aku masih cukup kuat untuk menerima semua siksaan tersebut. Dan ketika hari telah gelap, aku dapat dengan mudah meloloskan diri...). BTW, dalam foto ini Wachtmeister Freber tampak sedang ngelepus tembakau melalui pipa cangklong, yang dinamakan sebagai pipa meerschaum. Tindakan seperti ini secara teori sangat tidak dianjurkan, karena abu rokok yang terbuang berpotensi mengotori senapan yang telah dibersihkan, atau bahkan menimpa sisa-sisa mesiu yang masih tertinggal!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=126293

Tuesday, April 16, 2019

Richthofen dan Paulus di Stalingrad

Dari kiri ke kanan: Generaloberst Dr.Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Oberbefehlshaber Luftflotte 4 und Oberbefehlshaber Südost) bersama dengan General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee). Dalam buku "Island Of Fire: The Battle For the Barrikady Gun Factory In Stalingrad November 1942 - February 1943" karya Jason D. Mark (halaman 29), diceritakan bahwa pada tanggal 1 November 1942 pukul 07:45 pagi Paulus terbang menemui Richthofen di markas VIII. Fliegerkorps yang terletak di sekitar stasiun kereta api Razgulyayevka. Dia tiba pukul 08:30, dan langsung mengadakan pertemuan dengan beberapa petinggi Luftwaffe dan Heer yang saat itu ikut terlibat dalam aksi pertempuran di Stalingrad. Selain Paulus dan Richthofen, ikut hadir pula Generalleutnant Martin Fiebig (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps), Generalmajor Arthur Schmidt (Chef des Generalstabes 6. Armee), General der Artillerie Walther von Seydlitz-Kurzbach (Kommandierender General LI. Armeekorps), dan Oberst i.G. Hans Clausius (Chef des Generalstabes LI. Armeekorps). Foto ini diambil dari album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-pertempuran-stalingrad.html

Monday, April 1, 2019

Tawanan Perang Wehrmacht di Kanada

Tawanan perang Wehrmacht (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine) di Camp 21, Kanada. Foto ini adalah sebuah kartu pos yang dikirimkan oleh salah seorang tawanan Jerman bernama Hans-Joachim Hartwig (pangkat Feldwebel) kepada salah seorang keluarganya yang bernama Frau Erna Hartwig (istrinya?) di Jerman sana, tepatnya di Berlin-Spandau, Götelstrasse 43. Uniknya, Camp 21 dikenal juga dengan nama "Espanola Internment Camp" karena terletak di sebuah kota bernama Espanola. Kota tersebut terkenal dengan pabrik kertas tuanya, dan di pabrik itulah para tawanan ini ditempatkan (Camp 21 sendiri beroperasi dari tahun 1940 sampai dengan 1943). BTW, salah satu tawanan di foto ini (perwira Luftwaffe di kanan belakang) memakai medali Spanienkreuz (Salib Spanyol), sementara nama kampnya sendiri adalah Espanola (Spanyol)! Sekedar informasi, para tawanan Jerman di Kanada dipilah-pilah berdasarkan fanatisme Nazi-nya (makanya anda tidak melihat ada anggota SS di foto ini!), disini juga tawanan boleh mengenakan simbol-simbol "terlarang" seperti Swastika, tapi itu HANYA bila kondisi seragam dan medali mereka dalam keadaan KINCLONG! kalau kelihatan bluwek sedikit, maka mereka diharuskan untuk memakai "seragam kerja kamp" yang mempunyai ciri khas lingkaran merah besar di bagian belakangnya. Setelah perang usai, Espanola menjadi tempat penempatan para anggota non-tempur wanita dari negara Poros yang menikah dengan orang Kanada yang menunggu dibebaskan secara resmi. Setiap tawanan dibagi menurut warna: Putih (para pembenci Nazi), hitam (fanatik Nazi), dan satu warna lagi yang Aliando lupa (yang jelas kategori terakhir ini adalah orang-orang netral atau yang tidak diketahui afiliasinya, dan merupakan mayoritas terbesar para tawanan). Setiap bagian akan diserahi kewajiban untuk menunjuk seorang Lager-Führer (Kepala Kamp) yang akan memimpin mereka dalam menjaga kedisiplinan, dan biasanya merupakan perwira dengan pangkat tertinggi. Penjaga tawanan Kanada sendiri umumnya adalah para veteran Perang Dunia I yang sudah terlalu tua untuk diterjunkan ke dalam peperangan.


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/12/album-foto-tawanan-perang-jerman.html

Reaksi Tawanan Jerman saat Melihat Film Holocaust

 Reaksi para tawanan perang Jerman saat dipaksa oleh tentara Amerika Serikat untuk menonton potongan film dari US Signal Corps tentang kondisi Konzentrationslager (Kamp Konsentrasi) SS pada tahun 1945. Setelah pembebasan kamp-kamp tersebut oleh pasukan Sekutu, film propaganda tentang kekejaman Holocaust disebarluaskan ke dunia luar, termasuk kepada para tawanan perang. Reaksi mereka beragam, dari shock, marah, sedih, sampai tak percaya. Tawanan-tawanan perang Jerman menjuluki film semacam ini sebagai ¨Knockenfilms¨ (Film Tulang Belulang), karena umumnya menampilkan kondisi para penghuni kamp konsentrasi yang telah kurus kering berbalut tulang. Di Camp Butner, sekitar 1000 orang tawanan Jerman dengan segera membakar seragam Wehrmacht mereka tak lama setelah menonton film serupa ini, sementara beberapa tawanan lainnya bahkan mengajukan diri untuk menjadi sukarelawan dalam perang melawan Jepang! Acara ¨nonton film paksa¨ seperti ini sendiri merupakan salah satu proses denazifikasi pasca-perang yang dilakukan oleh Sekutu, yang bertujuan untuk menimbulkan kebencian di kalangan tawanan Jerman terhadap pemerintahan Hitler, serta menghapuskan sisa-sisa peninggalan Nazi yang masih tersisa di bidang ekonomi, kemasyarakatan dan infrastruktur.


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/03/german-pows-reaction-to-holocaust-film.html

Thursday, February 14, 2019

Pertemuan Militer Jerman dan Uni Soviet di Brest-Litovsk

Pada tahun 1930-an, telah terjalin level kerjasama di bidang teknis antara Reich Jerman dan Uni Soviet. Setelah melalui serangkaian uji banding diantara kedua negara, pihak Jerman meyakini bahwa mereka telah mengetahui sejauh mana perkembangan produksi tank Soviet, dan dengan percaya diri melaporkan pada Hitler bahwa kualitas tank-tank Jerman jauh di atas calon musuhnya tersebut. Sebagai balasannya, sang Führer memerintahkan agar delegasi Soviet yang berkunjung ke Jerman diberi akses tak terbatas terhadap pabrik-pabrik tank dan pesawat Wehrmacht. Dikatakan bahwa dalam inspeksi ke pabrik-pabrik peralatan perang Jerman, pihak militer Soviet malah memprotes keras bahwa mereka tidak diperbolehkan melihat segalanya! Tentu saja pihak tuan rumah terkejut atas komplain ini, dan tidak mengerti mengapa tamunya sampai mempunyai perasaan tidak percaya seperti itu (padahal sudah diperlihatkan semuanya). Alasan dibalik ini semua adalah karena pihak Soviet sendiri telah bertindak tidak jujur kepada Jerman, dan meyakini bahwa pihak Jerman pun akan melakukan hal yang sama. Pada tahun 1941 kerjasama militer diantara kedua belah negara berakhir, dan rencana penyerbuan Jerman ke Uni Soviet - yang telah dipersiapkan lama - akhirnya kini siap untuk dilaksanakan. Foto ini memperlihatkan saat Hauptmann Ottens (Chef 5.Kompanie / Panzer-Regiment 8 / 10.Panzer-Division), yang memakai seragam hitam Panzertruppen, sedang berbincang-bincang dengan akrab bersama dengan perwira tank Soviet di Bug yang berada di wilayah Brest-Litovsk tanggal 18 September 1939, ketika pihak Jerman dan Rusia bertemu setelah mengalahkan Polandia.


Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.com/2019/02/german-and-russian-forces-at-brest.html

Perbandingan Tank Jerman dan Soviet

Sebelum Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet), para perencana militer Jerman telah salah dalam memprediksi keunggulan jumlah serta kualitas tank dari pasukan lapis baja Tentara Merah. Fremde Heere Ost (FHO, Kantor Pasukan Luar Negeri) mendasarkan penilaian mereka atas hasil-hasil pengintaian dari udara, tapi telah melewatkan beberapa wilayah vital yang menyimpan banyak cadangan tank musuh. Pada saat Barbarossa dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, jumlah tank pasukan Soviet mencapai 22.743 buah, yang mencakup 3.110 T-27, 9.686 T-26, 7.502 BT-5/BT-7, 61 T-35, 503 T-28, 1.244 T-34, 424 KV-1, dan 213 KV-2. Sementara itu kekuatan tank Panzerwaffe sendiri hanya mencakup 3.216 buah, yang terdiri atas 152 Panzer I, 743 Panzer II, 155 Panzer 35(t), 394 Panzer 38(t), 966 Panzer III, 439 Panzer IV, 167 Panzerbefehlswagen, dan 200 Sturmgeschütz. Foto ini memperlihatkan saat prajurit-prajurit infanteri Jerman memeriksa tank T-36 Soviet yang rusak dan ditinggalkan oleh awaknya.



Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.com/2019/02/german-soldiers-inspecting-damaged.html

Sunday, February 10, 2019

SS-Kriegsberichter Franz Roth di Uni Soviet (1941)

 SS-Untersturmführer dan SS-Kriegsberichter Franz Seraphicus Roth (5 April 1911 – 17 Maret 1943) adalah seorang fotografer asal Austria yang pernah bekerja sebagai reporter foto lepas di Associated Press. Karir militernya sendiri telah dimulai dari sejak sebelum perang, saat dia - sebagai seorang jurnalis Austria yang bekerja pada suratkabar Jerman - meliput peristiwa invasi Italia atas Ethiopia serta Perang Saudara Spanyol. Roth bergabung dengan SS tak lama setelah Anschluss (penyatuan Jerman-Austria), dan ketika Perang Dunia II pecah dia memutuskan untuk menjadi seorang SS-Kriegsberichter (Koresponden Perang SS). Pada saat itu dia juga nyambi bekerja di dua tempat: Kementerian Propaganda Goebbels dan sebagai editor foto Associated Press, kantor berita Amerika Serikat (Departemen Foto AP menjalin kerjasama resmi dengan pemerintahan Nazi Jerman di tahun 1930-an, dan bekerja di bawah lindungan Kementerian Propaganda Jerman). Roth bergabung dengan Kriegsberichterstatter-Zug dari Leibstandarte SS, dan ditugaskan untuk mengiringi SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH (SS-Sturmbannführer Kurt Meyer) dalam kampanye militer di Yunani dan Uni Soviet tahun 1941. Roth juga ikut meliput Leibstandarte saat masa pemulihan di Prancis di pertengahan tahun 1942, dan akhirnya dalam pertempuran di sekitar Kharkov di awal tahun 1943. Atas keberaniannya bertugas di front terdepan pertempuran, Roth dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse pada tahun 1941, dan dipromosikan menjadi SS-Untersturmführer (Letnan Dua) pada bulan September 1942. Franz Roth tewas pada tanggal 17 Maret 1943 setelah mengalami luka serius dalam Pertempuran Kharkov. Pada saat itu dia sedang meliput Kampfgruppe "Meyer" pimpinan Kurt Meyer (Meyer sendiri menyebutkan tentang kematian Roth dalam buku memoarnya, "Grenadiere"). Roth meninggalkan lebih dari 120 rol film, yang kemudian menjadi salah satu rujukan utama para sejarawan Perang Dunia II, dan kini tersebar luas di banyak publikasi serta media massa lainnya. Album peninggalannya mengandung lebih dari 600 buah foto, yang kini disimpan oleh National Archives (NARA) di Washington D.C., Amerika Serikat. Jenazah Roth sendiri dikebumikan di pemakaman Heldenfriedhof Askold yang terletak di pinggiran sungai Dnieper di Kiev, Ukraina. Secara anumerta dia mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse pada tanggal 25 Maret 1943. Foto berwarna asli ini memperlihatkan Franz Roth saat Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet) di musim panas tahun 1941. Mobil yang dikendarainya adalah Mercedes-Benz 230 Cabriolet B


Source :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2019/02/ss-kriegsberichter-franz-roth.html

Friday, February 8, 2019

Jagoan Panzer Michael Wittmann dan Awak Tanknya

 SS-Untersturmführer Michael Wittmann (depan, Zugführer di 13.Kompanie (schwere) / IV.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") berfoto dengan bangga bersama dengan awak Panzerkampfwagen VI Tiger I Ausf.F "S04" kepercayaannya, dari kiri ke kanan: SS-Panzerschütze Sepp Rößner (Ladeschütze), SS-Panzerschütze Werner Irrgang (Funker), SS-Rottenführer Bobby Woll (Richtschütze), dan SS-Sturmmann Eugen Schmidt (Fahrer). Terlihat 88 buah cincin kemenangan di laras meriam mereka, yang menunjukkan jumlah 88 tank yang telah dihancurkan sampai sejauh ini. Foto diatas sendiri diambil pada tanggal 14 Januari 1944 di Vinnitsa (Ukraina), pada saat upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Wittmann dan penembak meriamnya, Woll. Sebenarnya rekomendasi pemberian Ritterkreuz - yang dikirimkan oleh SS-Oberführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH) kepada Oberkommando der Wehrmacht (OKW) pada tanggal 10 Januari 1944 sebelumnya - "hanya" mencantumkan jumlah kemenangan Wittmann di angka 66, tapi dahsyatnya: di masa empat hari - antara pengiriman proposal dan pemberitahuan resmi bahwa proposal telah disetujui - sang jagoan panzer "mengamuk" dan menghancurleburkan tidak kurang dari 22 tank tambahan sehingga mengerek skor kemenangannya menjadi total 88 buah!


Sumber :
https://ww2images.blogspot.com/2019/02/ritterkreuz-award-ceremony-for-michael.html

Thursday, February 7, 2019

Foto Studio Calon Perwira Heer

Seorang bintara Heer (Angkatan Darat) - yang juga merupakan calon perwira - berpose dalam sebuah foto studio di lokasi dan waktu yang tidak diketahui. Dia mengenakan topi bervisor yang dinamakan sebagai schirmmütze. Seragam yang dikenakannya adalah seragam khusus musim panas berwarna krem cerah, dengan schulterklappen (tanda pangkat bahu) yang menunjukkan pangkat Stabsfeldwebel (Sersan-Mayor). Di luar dari baris medali yang terpasang di dada atas, sebiji medali yang tersemat di seragamnya adalah Schleischer Adler (Silesian Eagle), yang menunjukkan bahwa pemakainya adalah bagian dari Freikorps Oberland yang berhasil memadamkan pemberontakan orang-orang keturunan Polandia di wilayah Silesia pada tahun 1919 s.d. 1921. Lengannya memegang pedang kehormatan perwira model Derfflinger buatan Firma Carl Eickhorn, yang mempunyai ciri khas gagang dengan kepala singa (versi lainnya adalah kepala panther atau merpati). Nama resmi dari pedang jenis ini adalah "Löwenkopf-Säbel für Offiziere mit Klingenwidmung Ehrendegen" (Kelewang Kepala Singa untuk Perwira dengan Bilah Pengabdian dari Pedang Kehormatan). Pada tahun 1930-an dan awal Perang Dunia II, setiap calon perwira Jerman (yang telah menyelesaikan pendidikan lanjutan mereka) mempunyai hak untuk membeli sebuah pedang pribadi berornamen khusus (selain dari pedang resmi yang telah diberikan dari sejak menjadi prajurit/bintara), yang nantinya bisa dipakai dalam momen-momen tertentu di luar tugas, seperti jalan-jalan, upacara, dan parade. Biasanya pedang jenis ini akan disesuaikan dengan seragam yang mereka pakai (dienstanzug atau paradeanzug).


Sumber :
http://www.wwiidaggers.com/SWDSOTH3.htm

Wednesday, February 6, 2019

Perwira Heer yang Mengenakan Jaket Kulit Luftwaffe

Cekoslowakia, bulan Mei 1945: Para perwira dari V Corps / 3rd Army Amerika Serikat berunding dengan perwakilan dari perwira-perwira staff Wehrmacht mengenai penyerahan diri pasukan Jerman. Sekarang, mari kita fokus pada perwira Heer yang ada di tengah: dia mengenakan knautschmütze (topi remas) di kepalanya, yang dipadukan dengan fliegerjacke (jaket penerbang) khas Luftwaffe serta lederhose (celana kulit) khas Kriegsmarine. Untuk menandakan bahwa dia berasal dari Heer, si perwira telah memasangkan lambang Adler (Elang) Heer di bagian dada, lengkap dengan schulterklappen (insignia pundak) berpangkat Leutnant. Jaket kulit sendiri sebenarnya adalah pakaian yang identik dengan pilot-pilot Luftwaffe maupun awak U-boat. Kalaupun ada dari satuan Heer yang memakainya, maka biasanya dia berbentuk mantel - yang berukuran lebih panjang menjangkau lutut - dan bukannya jaket.


Sumber :
http://www.panzernet.com/foro4/showthread.php?11073-Uniformes-mezclados/page3

Tuesday, February 5, 2019

Perwira Feld-Division Luftwaffe asal Heer

Foto ini diambil pada tanggal 28 Agustus 1944 di Prancis Utara oleh Kriegsberichter Bernhard Kurth dari PK (Propaganda-Kompanie) 698, dan memperlihatkan seorang perwira Heer yang bertugas di Feld-Division Luftwaffe (kemungkinan besar 19. Feld-Division [L]). Dia mengenakan Jaket Luftwaffe-Splittermuster dengan lambang elang Luftwaffe di bagian dada (sementara seragamnya sendiri masih versi Heer), yang dipadukan dengan stahlhelm bertekstur cat kasar. Ketika unit-unit darat Luftwaffe (Angkatan Udara) dimasukkan ke dalam kendali Heer (Angkatan Darat) di bulan November 1943 dan dinamai ulang menjadi Feld-Division (L), sebagian dari perwira-perwira Heer ikut pula ditugaskan untuk melatih dan memimpin unit-unit baru ini. Karenanya, tidak heran jika seragam Heer ikut-ikutan diadopsi oleh divisi darat Luftwaffe, meskipun pasokannya seringkali terlambat sehingga membuat pemakaiannya bercampur dengan fliegerbluse standar Luftwaffe (banyak bukti foto untuk menguatkan hal ini). Sesuai peraturan, resimen-resimen Jäger dari Feld-Division (L) mengenakan warna waffenfarbe hijau, seperti halnya di unit Heer, sementara banyak pula dari mereka yang lebih memilih untuk menggunakan bahan kamuflase Telo Mimetico sisa pasukan Italia sebagai pakaian sehari-hari, karena dianggap lebih efektif dalam menyamarkan diri dan lebih enak dipakai dibandingkan dengan produksi Jerman. Semua hal ini menyebabkan tidak adanya patokan baku mengenai seragam Divisi Darat Luftwaffe, karena begitu banyaknya variasi dan modifikasi lapangan yang terjadi.



Source :
https://www.bild.bundesarchiv.de/archives/barchpic/search/_1549362310/?search%5Bform%5D%5BSIGNATUR%5D=Bild+101I-301-1952-13
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_101I-301-1952-13,_Nordfrankreich,_Soldat_mit_Karte.jpg

Sniper Soviet Tertawan oleh Waffen-SS

Uni Soviet, musim panas tahun 1942: Prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/02/russian-sniper-captured-by-ss.html

Monday, February 4, 2019

Prajurit Belanda Menyerah pada Pasukan Jerman

Empat orang tawanan prajurit Belanda dari 2e Compagnie / eerste Grensbataljon terlihat kelelahan setelah bertempur selama berjam-jam melawan pasukan penyerbu Jerman. Mereka terdiri atas, dari kiri ke kanan: Prajurit Martinus Vugteveen, Sipke Beetstra, Barend Schuiling, dan Sersan Klaas van der Baaren. Sang Sersan mengenakan helm M.27, sementara tiga orang anakbuahnya mengenakan helm M.34. Mereka adalah awak dari bunker 3056 yang terletak di jembatan Goseling, pinggir Kanal Lutterhoofdwijk, Drenthe, Belanda. Di pagi hari tanggal 10 Mei 1940, unit pelopor dari 1. Kavallerie-Division tiba di pinggir jembatan, dan terkejut ketika mendapati bahwa empat "bijik" penghuni bunker menembaki mereka dengan sengit, serta menolak untuk menyerah meskipun telah terkepung dari segala arah. Akibatnya, tiga skuadron dari Radfahr-Abteilung 1 terpaksa dikerahkan untuk "melayani" mereka selama hampir empat jam. Setelah keempat prajurit yang kelelahan ini akhirnya menyerah, drama lanjutan kembali terjadi: pihak penyerbu Jerman, yang murka karena perwira kesayangan mereka terbunuh dalam pertempuran tersebut, menginginkan keempat prajurit Belanda ini untuk langsung dieksekusi di tempat, dengan alasan bahwa mereka telah dengan sengaja mengibarkan bendera putih sebagai tipuan, hanya untuk kemudian menembaki perwira Jerman yang datang menghampiri. Untungnya, seorang pemilik penginapan kemudian mengaku bahwa dialah sebenarnya yang mengibarkan sarung bantal berwarna putih saking takutnya melihat kontak senjata, dan bukannya pihak yang bertahan di bunker. Keterangan ini diperkuat oleh Walikota Coevorden, yang kebetulan ada disitu, yang meyakinkan pihak Jerman bahwa orang-orang di bunker mustahil melihat bendera putih dari lokasi mereka yang terhalang oleh dinding beton. Akhirnya pasukan Jerman membawa keempat orang prajurit gagah berani tersebut ke kamp tawanan. Foto ini sendiri diambil oleh S. Pfitzer, dan kemudian dipublikasikan di majalah "Die Woche" untuk kepentingan propaganda,



Sumber :
https://ww2images.blogspot.com/2019/02/dutch-soldiers-surrender-at.html

Sunday, February 3, 2019

Panzer IV milik SS Panzer Regiment "Hitlerjugend"

 Foto close-up yang mangstab beibeh dari Panzerkampfwagen IV Ausf.H (turmnummer 615) dari 6.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", yang dilengkapi dengan schürzen (plat pelindung samping) dan zimmerit (lapisan anti-magnet), dalam sebuah latihan yang diawasi oleh perwira-perwira Angkatan Darat Jerman di Beverloo, Belgia, akhir tahun 1943. Karena sebagian besar anggota dari Divisi SS Hitlerjugend adalah ABG-ABG belia yang baru merasakan ngaceng, maka tidak heran kalau mereka "menghiasi" kendaraan-kendaraan perang mereka dengan nama-nama kekasih di kampung halaman. Sebagai contohnya adalah tank satu ini, yang dibubuhi tulisan 'Wilma' di kupola komandan serta 'Paula' di visor supir (bersama dengan lambang hati?). Komandan dan loader di sampingnya memakai jaket kulit hitam yang biasa dipakai oleh awak U-boat Kriegsmarine, sebuah item yang umum terlihat dipakai oleh anggota-anggota Divisi SS Hitlerjugend dan Leibstandarte. Lalu mengapa jaket-jaket tersebut bisa "nyasar" ke unit SS? Ini karena pada awalnya bahan kulit berkualitas tinggi tersebut diberikan kepada Angkatan Laut Italia yang menjadi sekutu Jerman, namun kemudian dirampas oleh Leibstandarte saat Italia beralih haluan menjadi musuh Nazi tahun 1943. Bersama dengan jaket-jaket kulit ini, ditemukan pula bahan seragam kamuflase Telo Mimetico Italia dalam jumlah yang melimpah, yang kemudian digunakan untuk melengkapi seragam Divisi SS Leibstandarte dan "adiknya", Hitlerjugend. Perhatikan bahwa operator radio - yang cuma nongol sebagian kepalanya - memakai schiffchen (side cap) feldgrau M40 dan bukannya topi hitam standar pasukan panzer (seperti halnya yang dikenakan oleh loader di atasnya). Sang komandan tank sendiri mengenakan feldmütze (topi lapangan) M43 berbahan kamuflase, yang dipadukan dengan pin totenkopf berbahan metal di luar regulasi. BTW, foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Kurth dari PK (Propaganda-Kompanie) 698.


Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.com/2019/02/panzer-iv-of-ss-panzer-regiment.html