Tuesday, July 19, 2022

Pemeliharaan Panzer IV


 
Seorang Lehrgangsleiter (kepala instruktur) Wehrmacht terlihat sedang mengawasi pemeliharaan mekanisme pengereman dari Panzerkampfwagen IV Ausf.A, dalam sebuah pelatihan bagi awak-awak panzer baru yang diadakan pada tahun 1940. Panzer IV Ausf.A dilengkapi dengan pintu keluar kecil bersayap dua di atas kompartemen supir. Hal ini kemudian dirubah di versi Ausf.B dan seterusnya, yang memilih untuk menggunakan satu pintu/sayap. Persis di depan sang instruktur kita juga bisa melihat visor untuk alat melihat supir yang bisa dibuka-tutup. Di atasnya tidak kita dapati perisai-hujan yang biasanya terdapat dalam Panzer model tersebut. Dua model lampu depan juga terlihat: lampu standar dengan cover berlubang dan sebuah lampu notek di belakangnya.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-panzer-iv.html

Panzer-Abteilung z.b.V.66


Personil 1.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V.66 berpose di depan Panzerkampfwagen IV Ausf.G milik mereka, musim panas 1942. Zur Besonderen Verwendung (z.b.V.) biasa diterjemahkan sebagai "untuk tujuan khusus". Rencana invasi Pulau Malta yang dinamakan sebagai Unternehmen Herkules membutuhkan unit panzer special pake telor. Untuk mengakomodasinya maka dibentuklah sebuah kompi tank baru yang dibekali dengan Panzer IV Ausf.G. Kompi ini dinamakan sebagai Panzer-Kompanie z.b.V.66 dan dikomandani oleh Oberleutnant Hans-Günther Bethke, seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Tak dinyana, rencana invasi tersebut dibatalkan oleh Hitler sehingga kompi yang sudah kadung dibentuk kemudian direorganisasi ulang menjadi setaraf batalyon yang dilengkapi dengan dua kompi. Kompi pertama kemudian ditugaskan bersama dengan Heeresgruppe Nord, sementara kompi kedua ditempatkan di garis belakang Heeresgruppe Mitte. Karena ruang operasinya telah pindah dari wilayah Mediterania ke Front Timur, maka para personilnya pun mengganti seragam tropis mereka menjadi seragam hitam Panzertruppen biasa.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-panzer-iv.html

Jenderal Schlömer Menginspeksi Panzer IV

Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division).

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-216-0434-08

Sunday, July 17, 2022

Peletakan Bunga di Pemakaman Militer Jerman

"And I will show you the field where the Iron Crosses grow..." (quote dari film 'Cross of Iron'). Foto ini memperlihatkan Kriegsberichter (Wartawan Perang) dari Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman), Horst Grund, yang sedang meletakkan bunga sebagai tanda penghormatan kepada rekan-rekan senegaranya yang telah gugur di Soldatenfriedhof (komplek pemakaman militer) Gadshikov di Semenanjung Krim, Ukraina, musim panas tahun 1942. Prajurit-prajurit yang dikubur disini semuanya berasal dari Infanterie-Regiment 16 / 22.Infanterie-Division. Pada tanggal 4 Juli 1942, pasukan Jerman merebut pelabuhan Sebastopol di Krim dari tangan Rusia setelah pertempuran sengit yang memakan waktu berbulan-bulan. Tentara bertahan Soviet hancur lebur dengan menderita korban 118.000 orang prajuritnya yang terbunuh, luka-luka dan tertawan dalam serangan terakhir Jerman yang menentukan (sementara totalnya mencapai 200.481 orang dari sejak pengepungan dimulai di bulan Oktober 1941). Kerugian di pihak penyerbu sendiri tercatat di angka 35.866 orang, dimana 27.412 diantaranya adalah tentara Jerman, sementara 8.454 sisanya adalah tentara Rumania. Dengan dikuasainya Semenanjung Krim di wilayah Selatan Front Timur, kini Hitler bisa berfokus kepada ofensif besar-besaran musim panas tahun 1942 - Fall Blau - yang bertujuan untuk menguasai ladang-ladang minyak Soviet di Kaukasus yang strategis. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya memimpin 11. Armee dalam penaklukan Krim, Hitler memberi kenaikan pangkat luar biasa kepada si jenius Erich von Manstein, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal) alias jenderal bintang lima.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Siege_of_Sevastopol_(1941%E2%80%9342)
http://www.ww2incolor.com/german/_n_1603_bild-261_501x0_0_22.html

Sunday, July 10, 2022

Ernst Busch di Depan BMW 335

Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) berfoto dengan Oberst Erich Jaschke (kanan, Kommandeur Infanterie-Regiment 90 / 20.Infanterie-Division) di depan mobil BMW 335 berwarna krem. Foto ini kemungkinan besar diambil di front Volkhov, utara Front Timur, pada musim dingin tahun 1941/42. Pada saat itu pihak Jerman belum lagi dilengkapi dengan pakaian dan perlengkapan putih musim dingin, sehingga mereka memakai mantel standar Wehrmacht atau aneka pakaian tebal lainnya yang bisa mereka dapatkan di lapangan.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=23&t=174130&hilit=k%C3%BCchler

Wednesday, July 6, 2022

Fallschirmjäger Berdiskusi di Motor

 
Tiga orang prajurit Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) berdiskusi serius sambil melihat peta. Motor di sebelah kiri (WL-398796) berasal dari jenis BMW, sementara di sebelah kanannya adalah sebuah DKW NZ 350. Foto ini diambil di Normandia, Prancis, bulan Juli 1944. Dalam Pertempuran Normandia melawan tentara Sekutu, pihak Jerman diperkuat oleh satuan Fallschirmjäger setingkat korps, yaitu II. Fallschirmkorps pimpinan General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Korps Terjun Payung ini terdiri dari empat unit utama: 2. Fallschirmjäger-Division, 3. Fallschirmjäger-Division, 5. Fallschirmjäger-Division, dan Fallschirmjäger-Regiment 6. Dari semuanya, unit yang prestasinya paling maknyoss adalah Fallschirmjäger-Regiment 6 pimpinan Major Friedrich August Freiherr von der Heydte. Mereka bertempur mati-matian mempertahankan kota Carentan dari serbuan Sekutu, dan mendapat julukan "Singa-Singa dari Carentan" karena kegigihannya. Uniknya, lawan mereka adalah pasukan parasut juga, yaitu 101st Airborne Division dari Amerika Serikat, yang terkenal dengan "Easy Company"-nya dalam miniseri "Band of Brothers".

Sumber :
https://www.agefotostock.com/age/en/details-photo/motorcycle-riflemen-of-the-german-wehrmacht-are-pictured-on-duty-on-the-western-front-in-the-normandy-france-in-july-1944/PAH-31208273
https://www.alamyimages.fr/photo-image-riflemen-moto-de-la-wehrmacht-allemande-sont-illustres-en-service-sur-le-front-occidental-a-la-normandie-en-france-en-juillet-1944-photo-berliner-verlag-archiv-59299688.html

Tuesday, June 21, 2022

Kommandogerät 40 Luftwaffe

General der Infanterie Rudolf Schmundt (kedua dari kiri, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht) dan Oberst im Generalstab Oldwig von Natzmer (kedua dari kanan, Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") berdiri di dekat instalasi pertahanan udara Jerman di Front Timur, bulan Juni 1944. Instalasi tersebut dinamakan Entfernungsmesser (penjejak arah) dari jenis Kdo.​Ger.40 (Kommandogerät 40), dan biasa digunakan oleh unit-unit artileri anti pesawat terbang yang menggunakan meriam berat Flak 18 atau Flak 40. Fungsi alat ini sendiri adalah untuk menentukan posisi pesawat musuh yang menjadi target sasaran sekaligus menghitung jaraknya dari darat. Butuh setidaknya lima orang untuk mengoperasikan alat ini, sementara beratnya yang mencapai hampir 1 ton - tepatnya 915 kg - membuat ruang lingkup penggunaannya terbatas hanya sebagai alat pertahanan diri dan bukan pendukung serangan. Meskipun begitu, lensa kualitas super yang digunakannya serta keakuratan penguncian targetnya yang telah banyak teruji membuat Kommandogerät 40 menjadi andalan utama para pengontrol tembakan meriam Wehrmacht. Foto ini sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Gottert, dan pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Verlag" di bulan Juni 1944.

Sumber :
https://audiovis.nac.gov.pl/obraz/1802/
https://www.gettyimages.ca/detail/news-photo/the-picture-from-national-socialist-reporting-shows-news-photo/1058609836

Sunday, June 19, 2022

Jenderal-Jenderal Jerman di Paris 1940


Penampakan jenderal-jenderal Wehrmacht di acara parade kemenangan pasukan Jerman di Place de la Concorde, Paris, hari Jum'at tanggal 14 Juni 1940. Di hari itu ibukota Prancis tersebut jatuh ke tangan tentara Nazi, sementara 2.000.000 warganya telah pergi mengungsi. Sebagai persiapan parade, pihak penguasa baru melarang warga setempat untuk mendekati sekitar wilayah Place de la Concorde dari pukul 08:00 pagi sampai dengan sore harinya. Sebagai identitas bapak-bapak bule yang nongtot dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Kavallerie Georg Stumme (bocil yang membelakangi kamera, Kommandierender General XXXX. Panzerkorps), serta Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Di latar belakang terlihat deretan mobil mewah yang terparkir, yang kemungkinan besar adalah tunggangan khusus perwira-perwira tinggi Jerman yang menghadiri acara. Tiga mobil yang berada di sebelah kanan adalah, berturut-turut dari kiri ke kanan: Opel Admiral, Opel Kapitän, dan Horch 830 BL. Foto berwarna asli ini sendiri dibuat oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, yang "nebeng" bersama dengan Heeresgruppe B dalam invasi ke Benelux (Belanda Belgia Luxemburg) dan Prancis di musim panas tahun 1940.

Sumber :
https://artsandculture.google.com/search?q=kuechler&hl=en

Baris Kaku Prajurit dari Infanterie-Regiment 28


Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.

Sumber :
http://fhn.cba.pl/viewtopic.php?p=776

Sunday, June 12, 2022

Jenderal Küchler dan Bock di Belanda

 
Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 15 Mei 1940, dan memperlihatkan General der Artillerie Georg von Küchler (kiri, Oberbefehlshaber 18. Armee) yang sedang memberikan laporan kepada atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) - dengan disaksikan oleh beberapa warga sipil setempat - di depan Christelijke Lagere school yang terletak di Rijksstraatweg, Rijsoord/Ridderkerk, Belanda, tak lama setelah berakhirnya perundingan penyerahan negara penjajah nusantara tersebut ke tangan Jerman pada tanggal 14 Mei 1940. Hanya dalam tempo empat hari Belanda bertekuk lutut oleh sapuan "Blitzkrieg" (Perang Kilat) Jerman! Dalam foto ini, Jenderal
Küchler mengenakan holster berisi pistol Walther PPK di ikat pinggangnya. Lokasi penyerahan sendiri berada di dalam bangunan sebuah sekolah bernama Johannes Postschool, dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda saat itu, Henri Winkelman. Sekolah tersebut kini telah menjadi museum, lengkap dengan monumen yang bertuliskan: "Mereka yang mengacuhkan pertahanannya maka sama saja dengan mempertaruhkan kemerdekaannya"

Sumber :
https://artsandculture.google.com/asset/hitler-jaeger-file/lQHTtY7MrgNqGQ?hl=en

Sunday, June 5, 2022

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz untuk Hubert-Erwin Meierdrees

 

 
ECPAD archives (DAT 1154 L02)

SS-Obersturmführer Hubert-Erwin Meierdrees / Meierdress (Führer Sturmgeschütz-Batterie / SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment / SS-Division 'Totenkopf') terluka berat dalam pertempuran sengit melawan pasukan penyerbu Rusia di Kantong Demyansk, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Disana, saat sedang dalam masa pemulihan, dia mendapat kejutan tak terduga ketika dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 Maret 1942. Rekomendasi pemberian medali tersebut oleh Divisionskommandeur Theodor Eicke berbunyi sebagai berikut: "Meierdrees menjadi bagian dari Kampfgruppe (Grup Tempur) Bochmann saat tentara Rusia berhasil menembus garis pertahanan unit tetangga dari Heer (Angkatan Darat) yang terletak di selatan Staraya Russa, awal bulan Januari 1942. Untuk mengantisipasinya, Meierdrees menempatkan StuG-StuG-nya di arah tenggara dan timur-laut kota tersebut. Dari sana dia berkali-kali melakukan serangan balik yang membuat tentara musuh menderita banyak korban sehingga mengendurkan tekanan mereka terhadap unit Heer yang terjepit. Setelah Komandan Kampfgruppe Georg Bochmann terluka dalam pertempuran, SS-Obersturmführer Meierdrees menggantikan peranannya dan memimpin sisa-sisa anakbuahnya dalam pertempuran bertahan penuh determinasi di desa Biakova (terletak di jalan antara Staraya Russa dan Demyansk). Sejak akhir bulan Januari, Meierdrees telah mampu mempertahankan desa ini secara heroik dari berkali-kali serangan musuh yang berkekuatan jauh lebih besar, yang mengepung dari segala penjuru. Saat pihak Rusia - yang dilengkapi dengan pasukan tank dan dukungan udara - terlihat hampir berhasil menerobos garis pertahanan di satu titik, mereka selalu dipukul mundur oleh serangan balik yang berani dan cerdik, yang dipimpin langsung oleh SS-Obersturmführer Meierdrees. Pasukan Jerman di Biakova mampu bertahan selama ini adalah semata-mata berkat kepemimpinan yang luar biasa dan pantang menyerah dari komandan mereka yang heroik. Mempertahankan desa tersebut amatlah penting bagi keselamatan Benteng Demyansk, karena apabila Biakova berhasil direbut oleh musuh, maka mereka tinggal selangkah lagi bersatu dengan pasukan musuh lain yang menyerbu di selatan dari arah Gortschizy. Karenanya, saya merekomendasikan agar SS-Obersturmführer Meierdrees dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai sebuah penghargaan atas perjuangan heroiknya serta kesuksesan-kesuksesan yang telah dia raih selama ini."


 
ECPAD archives (DAT 1154 L01)


Sumber :
https://imagesdefense.gouv.fr/fr/
https://www.tracesofwar.com/persons/21806/Meierdrees-Hubert-Erwin-aka-Meierdress.htm

Prajurit Afrikakorps dan BMW R12 di Tripoli

 
Prajurit-prajurit Afrikakorps menunggu giliran untuk ikut berpartisipasi dalam parade militer di Tripoli, Libya, tanggal 14 Februari 1941. Mereka adalah bagian dari kontingen pertama pasukan Jerman yang tiba di Afrika Utara, yang berangsur datang dari tanggal 10 Februari s/d 12 Maret 1941. Meskipun prajurit-prajurit ini sudah mendapatkan jatah tropenuniform (seragam tropis) dan tropenhelm (helm tropis), tapi, sebagian besar perlengkapan dan mesin perang mereka masih menggunakan cat lama yang biasa dipakai di daratan Eropa. Beiwagenkrädern (motor bersespan) dalam foto ini berasal dari jenis BMW R12, sementara mobil di belakangnya adalah Kübelwagen. Prajurit Afrikakorps dengan senapan Kar98k (Karabiner 98 kurz) tersampir di punggungnya ini mengenakan "Kradbrille" di matanya, yang merupakan kacamata khusus pelindung debu yang banyak digunakan oleh unit bersepeda motor seperti Aufklärungs (Pelopor) atau Kradmelder (Pengantar Pesan). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7). Perhatikan rambu unik bergambar kereta kuda dan truk di latar belakang! Ada yang tahu maksudnya?

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-424-0258-02

Wednesday, June 1, 2022

Upacara Penyambutan untuk Jagoan Stuka Georg Dörffel

 

Foto ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Sambil memegang buket bunga dan berdiri di samping pesawat Focke-Wulf Fw 190 yang baru saja didaratkannya, Dörffel dengan semangat menenggak miras cap Tikus yang diberikan oleh Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Hanya berselang satu bulan kemudian, Georg Dörffel berhasil menyelesaikan misinya yang ke-900. Dia menerbangkan misinya yang ke.1000 pada tanggal 6 Oktober 1943, dan dengannya dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Luftwaffe yang mampu melakukan misi tempur sebanyak itu! Sang jagoan Stuka terbunuh di atas kota Roma, Italia, pada tanggal 26 Mei 1944 saat berusaha keluar dari pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-8 yang dipilotinya. Kemungkinan besar kepalanya berbenturan dengan ekor pesawat yang melaju kencang, membuatnya tak sadarkan diri sehingga tak sempat membuka parasutnya.









Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1). Di hari yang sama, Oberleutnant d.R. Gehrmann menerbangkan misi tempurnya yang ke-400.

Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1).


Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?topicid=dcx-thes_personen_774u7o51p5xr4b6jden
http://forum.12oclockhigh.net/showthread.php?t=59973
http://historical-media.com/einzel/2013.9.13/_x2013.9.13.html

Monday, May 30, 2022

Bergstiefel Gebirgsjäger

Gebirgsoldaten (Prajurit Gunung) menyempatkan diri untuk tidur di bak belakang truk di sela-sela invasi Jerman ke Polandia, bulan September 1939. Perhatikan detail sol sepatu mendaki yang mereka kenakan! Sepatu jenis ini dikenal dengan nama "Bergstiefel" atau sepatu gunung, dan mempunyai lapisan yang lebih keras dibandingkan dengan sepatu kulit standar "Marschstiefel"yang biasa dipakai oleh landser (prajurit) Jerman. Sepatu ini juga lebih pendek ukurannya (sebatas tumit), dan bisa digunakan untuk dua hal: mendaki gunung serta bermain ski.

Sumber ;
"Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter

Friday, May 27, 2022

Prajurit Jerman Menangkap Sniper Rusia


Uni Soviet, musim panas tahun 1942. Dalam caption aslinya, disebutkan bahwa prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-tawanan-perang-sekutu-dan.html

Günther Rall Bermain-Main dengan Anjing

"Wie spricht Rata?" (bagaimana cara Rata ngomong?). Jagoan Luftwaffe Günther Rall (memakai jaket bulu), bersama dengan enam orang pilot skuadronnya dari 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52), sedang bermain-main dengan anjing yang menjadi maskot unit mereka - yang bernama "Rata" - di sela-sela istirahat singkat antara feindflug (misi udara) pertama dan kedua di hari itu. Foto ini diambil di bulan Maret 1943 oleh Kriegsberichter Reissmüller. Depan dari kiri ke kanan: Unteroffizier Manfred Lotzmann (15 Abschüsse - kemenangan udara), Unteroffizier Werner Höhenberg (33 Abschüsse), dan Leutnant Hans Funcke (19 Abschüsse). Belakang : Hauptmann Günther Rall (275 Abschüsse), Leutnant Hans Martin Markoff (15 Abschüsse), Feldwebel Karl-Friedrich Schumacher (56 Abschüsse), dan Oberleutnant Gerhard Luety (38 Abschüsse). Günther Rall sendiri adalah pilot pemburu tersukses ketiga dalam sejarah. Dia mencatatkan 275 kemenangan udara terkonfirmasi dalam kancah Perang Dunia II, dimana 241 diantaranya diraih di Front Timur melawan pilot-pilot Uni Soviet. Dalam karir militernya, Rall ikut serta dalam 621 misi tempur; ditembak jatuh delapan kali, dan terluka sebanyak tiga kali. Dia ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940), Pertempuran Britania (1940), Kampanye Balkan (1941), Pertempuran Kreta (1941), dan Operasi Barbarossa (1941). Rall memulai perang dengan pangkat Leutnant (Letnan Dua), dan mengakhirinya sebagai Major (Mayor) dan Komandan JG 300. Dia meraih semua kemenangannya dengan menggunakan pesawat Messerschmitt Bf 109.

Sumber :
http://ww2images.blogspot.com/2013/07/gunther-rall-and-his-men-with-unit.html

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz JG 52


Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dua orang pilot berprestasi Luftwaffe dari 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52), yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juli 1942 di Belyj-Kolodes (Ukraina), yang terletak di dekat Kharkov. Kedua pilot tersebut berdiri menghadap kamera di sebelah kanan, dan mendengarkan dengan serius saat General der Flieger Curt Pflugbeil (Kommandierender General IV. Fliegerkorps) sedang berpidato. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Feldwebel Alfred Grislawski dan Feldwebel Karl Steffen. Grislawski mendapatkan Ritterkreuz setelah mencatatkan 43 kemenangan udara terkonfirmasi, sementara Steffen setelah 44 kemenangan. Berdiri membelakangi kamera sambil membawa tas di belakang Pflugbeil adalah Oberleutnant der Reserve Hermann Graf (Staffelkapitän 9./JG 52), yang juga merupakan jagoan udara terkemuka Luftwaffe. Kepemimpinan Graf sebagai seorang Staffelkapitän begitu menonjol, sehingga beberapa orang anakbuahnya kemudian mengikuti jejaknya sebagai jagoan udara dan Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Selain dari Grislawski (total 133 kemenangan) dan Steffen (59 kemenangan), juga terdapat Ernst Süss (68 kemenangan), Leopold Steinbatz (99 kemenangan), dan Heinrich Füllgrabe (67 kemenangan). BTW, di latar belakang terlihat pesawat-pesawat transport dari jenis Junkers Ju 52 "Tante Ju" dan Fieseler Fi 156 "Storch".

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-jagdgeschwader-52-jg-52.html

Thursday, May 26, 2022

Rommel Mendorong Mobil


 
Foto propaganda ini diambil oleh Kriegsberichter (Wartawan Perang) Klemens Valtingojer, dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 9 Februari 1942. Disini diperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") yang sedang sibuk membantu mendorong mobil Horch 901 Typ 40 Kfz.21 miliknya yang terperangkap di pasir gurun. Bundesarchiv mengidentifikasi orang di belakang Rommel sebagai Oberstleutnant i.G. Siegfried Westphal, Ia alias Kepala Operasi Panzerarmee "Afrika". Saya haqul yakin bahwa identifikasi ini keliru, karena wajahnya 100% lebih mirip Major Friedrich-Wilhelm von Mellenthin, yang merupakan Ic alias Kepala Intelijen Panzerarmee "Afrika". Bundesarchiv (Arsip Nasional Jerman) memang banyak sekali membuat kekeliruan dalam hal identifikasi orang serta keterangan waktu dari koleksi foto-fotonya. Sebagai contoh adalah foto ini sendiri, yang disebutkan diambil pada bulan Januari 1941, padahal di bulan tersebut Rommel belum lagi tiba di Afrika! Biasanya, ketika mendapati perbedaan keterangan tanggal, tempat atau identifikasi dari orang dalam foto, saya lebih mempercayai caption dari Bayerische Staasbibliothek (Arsip Bavaria) daripada Bundesarchiv, karena hampir selalu keterangannya lebih akurat.




Sumber :
https://alchetron.com/Siegfried-Westphal
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_183-B20800,_Nordafrika,_Rommel_und_Westphal_schieben_Auto.jpg

Sunday, May 22, 2022

Panzer-Pionier-Bataillon 33 Bersiap Menyerbu Tobruk


15. Panzer-Division di Afrika Utara: Prajurit-prajurit Afrikakorps dari Panzer-Pionier-Bataillon 33 menaiki sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.G "632" milik 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 8 untuk ikut berpartisipasi dalam serangan pendahulu ke pertahanan Sekutu di sekitar Tobruk, Libya, bulan Oktober 1941. Satuan zeni tempur ini melengkapi diri dengan senjata yang lebih beragam dibandingkan dengan unit infanteri standar, diantaranya adalah penggunaan penyembur api dari jenis Flammenwerfer 35, drum amunisi senapan mesin, tabung berisi cadangan laras MG 34, dan kantong pengangkut stielhandgranate. Di sebelah kanan kita bisa melihat prajurit lain, yang kemungkinan adalah komandan skuad, yang menyimpan senapan mesin MP-40 atau 38 di atas kubah tank sebelum memanjatnya. Uniknya, para prajurit ini masing-masing dilengkapi dengan dua pelples air dan bukannya satu seperti biasanya! Mereka juga mengenakan cover helm berwarna pasir untuk meminimalisir efek pantulan saat terkena sinar matahari.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/01/tank-desant-infanteri-numpang-di-panzer.html

Erwin Rommel di Sollum

 
Bersama dengan para perwira staffnya, pada tanggal 2 Juli 1941 General der Panzertruppe Erwin Rommel (kiri, Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) melakukan kunjungan ke markas I.Bataillon / Schützen-Regiment 104 / 15.Panzer-Division di wilayah Sollum, yang berada di perbatasan Libya-Mesir. Dalam kunjungan ini, secara khusus "Der Wüstenfuchs" (Sang Rubah Gurun) memberi selamat kepada komandan batalyon tersebut, Hauptmann der Reserve Wilhelm Bach (berjalan paling depan bersama Rommel), yang dalam pertempuran satu bulan sebelumnya berhasil menahan serbuan pasukan tank Inggris yang berusaha menerobos Halfaya Pass demi untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang terkepung di Tobruk, dalam sebuah serangan massal yang dinamakan Operation Battleaxe (15-17 Juni 1941). Diantara Rommel dan Bach adalah Oberst Maximilian von Herff (Kommandeur Schützen-Regiment 115). Selama tiga hari penuh Bach dan anakbuahnya menahan serangan bergelombang musuh, dengan hanya bermodalkan satu peleton meriam Flak 88 sebagai senjata utama mereka. Meskipun Rommel sendiri telah memerintahkan agar sang Bataillonskommandeur mundur ke lokasi pertahanan yang lebih memadai "bila memungkinkan", Bach menginterpretasikan kata-kata terakhir dengan tindakan sebaliknya: melakukan serangan balasan yang berhasil memukul mundur pasukan Inggris! Atas prestasi fenomenal tersebut, Bach - yang merupakan mantan pendeta (!) - dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juli 1941, hanya berselang seminggu setelah foto ini diambil. Flak 88 sendiri aslinya adalah meriam anti pesawat terbang, tapi bisa sama bagusnya saat digunakan untuk menghantam target tank di darat. BTW, di bulan April 1941 - yang hanya berselang satu bulan setelah Rommel tiba di Afrika Utara - pasukan Jerman berhasil mengalahkan tentara penyerbu Inggris dan mengusirnya dari Libya, kecuali satu garnisun ANZAC keras kepala yang tetap bertahan di kota pelabuhan Tobruk (meskipun dikepung oleh gabungan pasukan Italia dan Afrikakorps Jerman). Selama satu tahun berikutnya, penguasaan kembali Tobruk menjadi obsesi terbesar Rommel karena tanpanya maka semua usaha pihak Jerman untuk menguasai Mesir akan sia-sia belaka. Ketika kota pelabuhan tersebut akhirnya diduduki pada bulan Juni 1942, Hitler yang berterimakasih mengganjar Rommel dengan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Generalfeldmarschall.




Sumber :
https://www.bridgemanimages.com/en/search?filter_group=all&filter_region=GBR&filter_text=Erwin%20Rommel