Sunday, January 12, 2020

Upacara Terakhir 6. Gebirgs-Division

Norwegia, 8 Mei 1945: Upacara terakhir dari I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 143 / 6.Gebirgs-Division sebelum menyerahkan diri ke tangan pasukan Inggris. Kekuatan unit Pasukan Gunung Wehrmacht ini terbilang masih utuh saat Jerman menyerah pada Sekutu di hari itu, karena di hampir sepanjang eksistensinya mereka "hanya" bertugas sebagai pasukan pendudukan di Skandinavia dan bukannya pasukan tempur di front terdepan (6. Gebirgs-Division sendiri baru dibubarkan pada tanggal 6 Agustus 1945, berbulan-bulan setelah perang di Eropa berakhir). Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 27 April 1945, Republik Austria didirikan dengan Karl Renner dari Partai Sosialis sebagai Presiden sekaligus Kanselir pertamanya. Pada awal bulan Mei dia mengirimkan pesan melalui radio, menyerukan agar prajurit-prajurit Wehrmacht yang berasal dari Austria supaya menyerah saja kepada Sekutu daripada meneruskan perang yang sia-sia. Pengumuman ini didengar oleh para anggota dari 4.Batterie / Gebirgs-Artillerie-Regiment 118 / 6.Gebirgs-Division yang bermarkas di Signaldalen. Oberst Josef Remold, Komandan Divisi, segera mengeluarkan surat perintah tandingan: "6. Gebirgs-Division tidak akan mengikuti perintah ini, dan para prajuritnya dilarang untuk menyerah. Mendengarkan radio juga tidak diperbolehkan. Salam hormat Jerman tetap digunakan! Oberst Remold. Heil Hitler!" Perintah tegas ini ternyata tidak dipedulikan oleh prajurit-prajurit artileri gunung dari 4. Batterie, yang sebagian besar berasal dari Austria. Mereka membunuh komandannya sendiri, Hauptmann Dirmbacher serta Oberleutnant Fromm, dan kemudian melarikan diri dalam dua grup dengan dipimpin oleh Obergefreiter Bruckner. Grup pertama yang beranggotakan 48 orang berhasil mencapai perbatasan Swedia, tapi grup kedua yang beranggotakan 11 orang kemudian ditangkap oleh patroli Jerman. Atas perintah dari General der Gebirgstruppe Ferdinand Jodl (Oberbefehlshaber Armee-Abteilung Narvik), empat diantara mereka - yaitu Rudolf Zatsch, Josef Wenzl, Leopold Wickenhauser dan Hartmut Feyertag - dieksekusi pada tanggal 10 Mei 1945, dua hari setelah Jerman secara resmi menyerah dalam Perang Dunia II. Kasus ini sendiri kemudian disebut sebagai "Pemberontakan Signaldalen"


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-6-gebirgs-division.html
https://www.axishistory.com/books/124-germany-waffen-ss/germany-waffen-ss-other/1525-mutinies-in-the-wehrmacht-a-waffen-ss

No comments:

Post a Comment