Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=645
Wehrmacht, Waffen SS, Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine, Nazi, German, Germany, Army, Air Force, Navy, Armed Forces, Schutzstaffel, World War II, WW2, WWII, Adolf Hitler, Afrikakorps, Fallschirmjäger, Panzertruppen, Panzer, U-boat, Brandenburgers, Ace, Stuka, Day, Night, Pilot, Captain, General, Admiral, Officer, Jerman, NSDAP, Holocaust, Halftrack, Soldiers, Soldat, Landser, Mortar, Aircraft, Tank, PaK, Infantry, Cavalry, Artillery, Flak, Anti-Aircraft, Military, Operation
Prajurit Jerman satu ini berlari kecil sambil sedikit membungkuk diantara deretan parit pertahanan, dalam sebuah foto propaganda yang dibuat pada musim dingin tahun 1943. Tiga kotak kecil yang dibawanya adalah bom berdaya ledak rendah yang direkat menjadi satu, kemungkinan dari jenis Gebalte Ladung atau Sprengbüchse 24 yang sama-sama mempunyai berat 3 kilogram. Bila kita perhatikan lebih lanjut, terdapat beberapa lubang di setumpuk stielhandgranaten 24 yang dibawanya. Ini karena granat-granat tersebut adalah khusus dibuat untuk kepentingan latihan. Dikenal dengan nama resmi "Übungs-Stielhandgranate 24" (granat tongkat latihan), granat dari jenis satu ini mempunyai daya picu sangat rendah, sementara lubang di bagian palkonnya memungkinkan benda tersebut untuk mengeluarkan suara "bledug" cukup besar tapi tanpa merusak si granat itu sendiri. Selain dari lubang-lubang yang terdapat di kepalanya, hal lain yang membedakan granat latihan dengan granat asli adalah warnanya yang merah serta tulisan "Ueb", "Üb" atau "Ub" di bagian tongkatnya. Lebih lanjut tentang granat dari jenis Übungs-Stielhandgranate 24 bisa dilihat DISINI.
Seorang Feldgendarmerie (Polisi Militer) mengarahkan sebuah
Panzerkampfwagen III Ausf.H ke lokasi yang telah ditentukan, di sebuah
tempat di Front Timur. Panzer tersebut teridentifikasi sebagai Ausf.H
dengan melihat pada pintu keluar komandan model baru yang terpasang di
turetnya, begitu pun tampilan bagian belakang turet yang berbeda dari
model-model sebelumnya. Model H juga memperkenalkan transmisi baru serta
penggerak versi akhir, yang otomatis membutuhkan dudukan penggerak yang
berbeda pula. Perhatikan rambu petunjuk arah di sebelah kiri yang
berada di depan panzer! Diantara simbol yang terpajang adalah insignia
7. Panzer-Division yang berbentuk "Y". Rambu lain yang terpasang di
pepohonan lebih ke tengah memperlihatkan insignia "XX" yang merupakan
simbol dari 6. Panzer-Division. Keduanya adalah insignia versi
pasca-1941 yang digunakan oleh kedua divisi lapis baja tersebut.
Panzerjäger
Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331
dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika
dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh
awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23
Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler
yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie /
sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat
berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah
dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat
bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh
sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler
menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan
dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh
di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang
mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah
Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank
pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy
menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger
temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan
M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka
sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh
Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331
dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka
masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak
kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara
beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!
Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua.
Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Saucken,_Dietrich_von
Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Falley (Kommandeur 91. Luftlande-Division), Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ), perwira Heer tak dikenal, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West), Hauptmann Rolf Mager (Kommandeur II.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6), perwira Luftwaffe tak dikenal, dan Hauptmann Horst Trebes (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6). Foto ini diambil pada tanggal 17 Mei 1944 saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 91. Luftlande-Division di Picauville, Normandia (Prancis). Tragisnya, komandan divisi ini - Jenderal Falley - tewas terbunuh di malam pendaratan Sekutu di Normandia tanggal 6 Juni 1944 saat mobil yang membawanya disergap oleh pasukan parasut Amerika dari 82nd Airborne Division! Selain Falley, tiga orang lainnya yang disebutkan namanya dalam foto ini ikut kehilangan nyawanya dalam Perang Dunia II: Trebes (29 Juli 1944), Rommel (14 Oktober 1944), dan Mager (1 Januari 1945).
Foto
ini diambil pada tanggal 15 Februari 1948 di Justizpalast, Nürnberg,
dan memperlihatkan delapan dari 14 orang terdakwa penjahat perang dalam
Sidang XII Pengadilan Nuremberg (lebih dikenal dengan nama "High Command Trial").
Mereka semua adalah mantan perwira-perwira tinggi Jerman dalam Perang
Dunia II. Duduk di depan mereka sambil mengenakan toga hitam adalah
barisan para pengacara, dengan yang paling kanannya adalah Dr.jur. Paul
Leverkühn yang membela Jenderal Warlimont. Para terdakwa tersebut -
dengan pangkat terakhir mereka serta hukuman yang diberikan - adalah,
baris depan dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von
Leeb (3 tahun penjara), Generalfeldmarschall der Luftwaffe Hugo Sperrle
(bebas), Generalfeldmarschall Georg von Küchler (15 tahun penjara),
Generaloberst Hermann Hoth (15 tahun penjara), dan Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (15 tahun penjara).
Baris belakang dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walter
Warlimont (penjara seumur hidup), General der Infanterie Otto Wöhler (8 tahun penjara), dan Generaloberstabsrichter Dr.jur. Rudolf Lehmann
(7 tahun penjara). Setelah Republik Federal Jerman Barat didirikan pada
tahun 1949, Kanselir Konrad Adenauer dan Bundestag menuntut untuk
membebaskan para terdakwa yang masih ditahan. Pihak Sekutu, yang
membutuhkan keberadaan Jerman Barat untuk meng-counter Jerman Timur
dukungan Soviet, akhirnya mengabulkan tuntutan tersebut dan membebaskan
para terdakwa (dengan yang terakhir dibebaskan pada tahun 1953).
Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Hitler%27s_Generals_on_Trial
Generalmajor Clemens Betzel (kiri, Kommandeur 4. Panzer-Division) dan Generalmajor Dr.med. dent. Karl Mauss (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam sebuah foto yang diambil pada bulan September 1944. Dalam periode ini, dua divisi lapis baja Jerman tersebut sama-sama berada di bawah komando XXXIX. Panzerkorps (General der Panzertruppe Dietrich von Saucken), dan beroperasi di sekitar wilayah Kurland, Latvia. Divisionskommandeur Betzel mengenakan medali Ritterkreuz di lehernya, yang dia dapatkan pada tanggal 5 September 1944, sementara Divisionskommandeur Mauss mengenakan Eichenlaub zum Ritterkreuz, yang dia dapatkan pada tanggal 24 November 1943. Hanya dalam jangka waktu beberapa bulan dari sejak foto ini diambil - sampai dengan berakhirnya Perang Dunia II di bulan Mei 1945 - Mauss menambah perbendaharaan dua tingkatan medali yang lebih tinggi untuk Ritterkreuz-nya (Schwerter dan Brillanten), dengan yang terakhir membuatnya menjadi satu dari hanya 27 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang meraih medali super bergengsi tersebut! Dari gelar di depan namanya - Doktor der Zahnmedizin - kita bisa mengetahui bahwa Karl Mauss adalah juga seorang dokter gigi, sebuah profesi yang dia tekuni baik dari era sebelum perang maupun sesudahnya. Menariknya lagi, medali Nahkampfspange in Bronze yang tersemat di atas saku seragamnya - didapatkan tanggal 21 Agustus 1943 - menunjukkan bahwa Mauss setidaknya telah terlibat langsung dalam 10 s/d 15 hari pertempuran jarak dekat alias hand-to-hand combat, sebuah prestasi yang tidak main-main bagi seorang perwira dengan pangkat tinggi sepertinya! Bila kita perhatikan kembali foto ini, terlihat bahwa jumlah kancing seragam Betzel lebih banyak dibandingkan dengan Mauss. Ini karena yang pertama mengenakan seragam model Reichswehr (delapan kancing), sementara yang kedua mengenakan seragam model Wehrmacht (enam kancing).
Personil 1.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V.66 berpose di depan
Panzerkampfwagen IV Ausf.G milik mereka, musim panas 1942. Zur
Besonderen Verwendung (z.b.V.) biasa diterjemahkan sebagai "untuk tujuan
khusus". Rencana invasi Pulau Malta yang dinamakan sebagai Unternehmen
Herkules membutuhkan unit panzer special pake telor. Untuk mengakomodasinya maka
dibentuklah sebuah kompi tank baru yang dibekali dengan Panzer IV
Ausf.G. Kompi ini dinamakan sebagai Panzer-Kompanie z.b.V.66 dan
dikomandani oleh Oberleutnant Hans-Günther Bethke, seorang
Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Tak dinyana, rencana invasi tersebut
dibatalkan oleh Hitler sehingga kompi yang sudah kadung dibentuk
kemudian direorganisasi ulang menjadi setaraf batalyon yang dilengkapi dengan dua
kompi. Kompi pertama kemudian ditugaskan bersama dengan Heeresgruppe Nord, sementara kompi kedua ditempatkan di garis belakang Heeresgruppe Mitte.
Karena ruang operasinya telah pindah dari wilayah Mediterania ke Front Timur,
maka para personilnya pun mengganti seragam tropis mereka menjadi
seragam hitam Panzertruppen biasa.
Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division).
Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) berfoto dengan Oberst Erich Jaschke (kanan, Kommandeur Infanterie-Regiment 90 / 20.Infanterie-Division) di depan mobil BMW 335 berwarna krem. Foto ini kemungkinan besar diambil di front Volkhov, utara Front Timur, pada musim dingin tahun 1941/42. Pada saat itu pihak Jerman belum lagi dilengkapi dengan pakaian dan perlengkapan putih musim dingin, sehingga mereka memakai mantel standar Wehrmacht atau aneka pakaian tebal lainnya yang bisa mereka dapatkan di lapangan.
General der Infanterie Rudolf Schmundt (kedua dari kiri, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht) dan Oberst im Generalstab Oldwig von Natzmer (kedua dari kanan, Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") berdiri di dekat instalasi pertahanan udara Jerman di Front Timur, bulan Juni 1944. Instalasi tersebut dinamakan Entfernungsmesser (penjejak arah) dari jenis Kdo.Ger.40 (Kommandogerät 40), dan biasa digunakan oleh unit-unit artileri anti pesawat terbang yang menggunakan meriam berat Flak 18 atau Flak 40. Fungsi alat ini sendiri adalah untuk menentukan posisi pesawat musuh yang menjadi target sasaran sekaligus menghitung jaraknya dari darat. Butuh setidaknya lima orang untuk mengoperasikan alat ini, sementara beratnya yang mencapai hampir 1 ton - tepatnya 915 kg - membuat ruang lingkup penggunaannya terbatas hanya sebagai alat pertahanan diri dan bukan pendukung serangan. Meskipun begitu, lensa kualitas super yang digunakannya serta keakuratan penguncian targetnya yang telah banyak teruji membuat Kommandogerät 40 menjadi andalan utama para pengontrol tembakan meriam Wehrmacht. Foto ini sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Gottert, dan pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Verlag" di bulan Juni 1944.
Penampakan
jenderal-jenderal Wehrmacht di acara parade kemenangan pasukan Jerman
di Place de la Concorde, Paris, hari Jum'at tanggal 14 Juni 1940. Di
hari itu ibukota Prancis tersebut jatuh ke tangan tentara Nazi,
sementara 2.000.000 warganya telah pergi mengungsi. Sebagai persiapan
parade, pihak penguasa baru melarang warga setempat untuk mendekati
sekitar wilayah Place de la Concorde dari pukul 08:00 pagi sampai dengan
sore harinya. Sebagai identitas bapak-bapak bule yang nongtot dalam
foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans
von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der
Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), Oberleutnant
der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant
Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Kavallerie Georg Stumme
(bocil yang membelakangi kamera, Kommandierender General XXXX.
Panzerkorps), serta Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber
Heeresgruppe B). Di latar belakang terlihat deretan mobil mewah yang
terparkir, yang kemungkinan besar adalah tunggangan khusus
perwira-perwira tinggi Jerman yang menghadiri acara. Tiga mobil yang
berada di sebelah kanan adalah, berturut-turut dari kiri ke kanan: Opel
Admiral, Opel Kapitän, dan Horch 830 BL. Foto berwarna asli ini sendiri
dibuat oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, yang
"nebeng" bersama dengan Heeresgruppe B dalam invasi ke Benelux (Belanda
Belgia Luxemburg) dan Prancis di musim panas tahun 1940.
Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.