Wednesday, February 12, 2020

Kematian Jagoan Udara Luftwaffe Walter Oesau

Pada tanggal 11 Mei 1944, tidak kurang dari SERIBU pesawat pembom Amerika Serikat dari US Eighth Air Force menyerang target jalan-jalan kereta api di timur Prancis serta timur-laut Belgia, sebagai upaya untuk melumpuhkan sarana transportasi Wehrmacht terutama di minggu-minggu terakhir sebelum dimulainya D-Day, alias pendaratan Sekutu di Normandia. "Gerombolan" ini dikawal pula oleh pesawat-pesawat pemburu P-38 dan P-51 dengan jumlah yang lebih banyak lagi! Sialnya, pada saat serangan berlangsung dengan hebatnya, Oberst Walter Oesau (Kommodore Jagdgeschwader 1 di Front Barat yang juga adalah seorang jagoan udara dengan 127 kills), malah sedang terbaring sakit di ranjang karena influenza. Sementara itu di Jerman, Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring buru-buru menelepon staff Oesau setelah mendengar kabar serangan tersebut:

Göring – "Apakah Komodor sudah terbang?"
Staff – "Tidak Reichsmarschall, dia sedang terbaring sakit di ranjang."
Göring – "Ya, ya, aku tahu jenis manusia seperti itu!" Göring berkata dengan sinis, "Dia telah menjadi lelah dan pengecut!"


Ketika Oesau diberitahu tentang komentar Göring tersebut, dia begitu marahnya sehingga langsung menyiapkan diri untuk terbang walaupun sedang terkena demam tinggi. Dengan gagah berani, sang Geschwaderkommodore tinggal landas dari lapangan udara Paderborn dengan menggunakan Messerschmitt Bf 109 G-6/AS "Grün 13" (Werknummer 20601) untuk menghadapi beratus-ratus pesawat musuh di angkasa. Nasibnya sudah bisa diduga: jenazahnya tak lama kemudian ditemukan tergeletak tak jauh dari pesawatnya yang tertembak jatuh di baratdaya St. Vith, Belgia (di tubuhnya ditemukan beberapa lubang peluru). Jenazah sang jagoan udara Luftwaffe tersebut kemudian dikebumikan dalam upacara kenegaraan yang megah - yang dihadiri oleh Göring - di kuburan keluarga di Stadtfriedhof Meldorf, Schleswig-Holstein. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Jagdgeschwader 1 (JG 1) kemudian mendapat tambahan nama "Oesau" di belakangnya (hanya satu jagoan udara Luftwaffe lainnya yang mendapatkan kehormatan setinggi itu, yaitu Werner Mölders dengan JG 51 "Mölders"). Bisa dibilang bahwa itulah pelipur lara yang bisa Reichsmarschall Göring berikan sebagai tanda penyesalan atas kata-kata tak berdasar yang ditujukannya pada mendiang Oesau, yang secara tidak langsung menjadi penyebab kematian tragis salah satu jagoan udara Luftwaffe terhebat dalam Perang Dunia II tersebut...


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/01/album-foto-terbaik-walter-oesau.html

No comments:

Post a Comment